Sunday, June 3, 2007

KALANG KABUT


Beberapa bulan yang lalu saya baru menyadari kalo ternyata istilah "kalang kabut", ternyata berasal dari kalimat kehalang kabut, sebuah perumpaan buat orang yang sedang bingung. 


Saya sering liat istilah ini digunakan dalam kalimat "lari kalang kabut". 
Wah... kalo yang ini saya kurang setuju, soalnya kalaulah memang kabut sedang menghalangi pandangan dan memberikan kesukaran untuk melihat arah, pada umumnya orang yang bersangkutan memutuskan untuk diam saja - dan bukannya lari. 

Ya, mereka biasanya memilih diam sambil merutuk, meluncurkan sumpah serapah, dan sepaket kalimat-kalimat buruk lainnya yang sama sekali tidak membantu mereka untuk menyelesaikan masalah. Kalau kata orang bijak sih lebih baik berdoa saja, dan orang yang sedang galau pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk curhat mati-matian, entah resmi atau colongan.

Kalaupun keadaan memaksa mereka untuk meneruskan perjalanan, paling" mereka akan berjalan perlahan sambil tangannya meraba-raba kedepan - dan berdoa untuk sampai tujuan secepat mungkin. Tapi yang lebih baik tentunya melanjutkan p
erjalanan dengan menggunakan lampu badai. Yang pasti mereka tidak akan melakukan cara dibawah ini untuk melewati kabut yang tebal atau badai yang menyesatkan.

Jadi gila surilanjing sekali kalau seorang sampai lari kalang kabut. Sementara sudah jelas-jelas dia sadar kalau kabut tersebut bakal membuat larinya jadi tidak beres. Sesuatu yang bisa jadi alasan untuk seseorang sampai harus lari kalang kabut adalah : sesuatu yang bisa menghilangkan nyawa.

Selingan : Racun tikus dan racun serangga adalah sesuatu yang bisa menghilangkan nyawa manusia, anehnya tulisan di bungkusnya : untuk membasmi tikus atau untuk membasmi serangga. Pantas banyak orang coba-coba masukin ke mulutnya.

Nah okei teman-teman, dibawah ini adalah salah satu contoh peristiwa dimana orang-orang berlarian padahal tak ada kabut, jadi lari apa ini namanya?? lari kalang orang (lari kehalang orang)

Kejadian ini sangat buruk dan sungguh tidak ada faedahnya bagi yang bukan kalangan "si pemungut hikmah". Lebih baik larilah dulu se okei-okeinya, nanti kalo sudah sampai tempat aman ya istirahat dulu, besoknya baru balik lagi untuk memunguti hikmah yang berceceran. 

Karena itulah, hindarilah kejadian buruk dengan persiapan yang matang agar supaya anda tidak harus cape-cape memilih hikmah dalam guncangan jiwa, diantara serpihan-serpihan kecil dari kristal-kristal mimpi dan mahligai yang hancur luluh lantah karena suatu kejadian yang tidak menyenangkan.

Dan sekarang saya tidak punya kasur, besok mau menerima 'sedikit gaji terakhir' yang benar2 semoga cukup. Lakukan apa besoknya lagi oh...semoga saya bisa optimis semuanya berjalan lancar, saya harus optimis bahwa saya memang percaya diri. Dan saya harus percaya diri bahwa saya adalah tipe orang yang confident. Tabik.

run...toni...run.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home